Minggu, 28 November 2010

Nasionalisme?


Saya bahagia sekali. Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 7 September 2009, saya telah menyelesaikan rekaman duet pertama saya dengan penyanyi solo wanita berbakat asal Malaysia, Dayang Nurfaizah di Kuala Lumpur, Malaysia. Proyek rekaman duet ini adalah proyek yang tertunda selama hampir 4 tahun dikarenakan masalah (basi) ‘birokrasi’ label. Kami menyanyikan sebuah lagu berjudul ‘Sayang’ yang diciptakan oleh seorang gitaris dan produser muda berbakat asal Malaysia, Omar Khan serta lirik yang ditulis oleh adiknya sendiri, Nuur Iman.

Ditemani road manager saya dari Millionaires Club Management, Iraz Siregar serta dua sahabat saya Shaliza ‘Liza’ Kader Sultan (manajer Dayang Nurfaizah) dan Sharina Ahmad, dan dibantu Zain Almohdsar sang operator studio, kami berhasil menyelesaikan proses rekaman lagu itu dengan baik sekali.

Ku Mencintainya Terlalu Dalam

Ini harusnya tidak ku ceritakan, kenyataan yang pahit kuterima saat aku mencintai seseorang setulus hatiku. Aku benar – benar bingung harus menceritakan ini kepada siapa. Bukannya aku malu tapi aku merasa tidak pantas untuk menceritakan sisi kelam di balik retaknya hati yang tertahan karena perasaan ku padanya.

Memang benar ini bodoh, aku serasa di kontrol oleh perasaan yang tidak ku ketahui. Aku bisa berubah saat melihat senyumnya,aku bisa berubah saat mendengar desis suaranya dan aku bisa berubah saat melihat matanya.
Aku mengenalnya sudah cukup lama. Awal pertemuan perasaanku sudah mengatakan ini beda,beda dari yang selama ini aku rasakan dari cinta sebelumnya, Aku bukannya’ lebay’ istilah orang sekarang tapi memang ini yang kurasakan, mungkin bukan aku saja, semua orang pasti pernah merasakan hal yang sama.

Kamis, 19 Agustus 2010

Menabur dan menuai

Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang. Semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya. Dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat diselamatkan. Pemuda yang pertama tadi memapah pemuda yang terperosok itu pulang ke rumahnya.

Ternyata si pemuda kedua ini anak orang kaya. Rumahnya sangat bagus, besar dan mewah luar biasa. Ayah pemuda ini sangat berterimakasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya dan hendak memberikan uang, tetapi pemuda pertama tadi menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang sedang dalam kesusahan. Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan.

Jumat, 13 Agustus 2010

Dua Pilihan

Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu. Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:

"Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna/ alami. Namun tidak demikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal sebagaimana layaknya anak-anak yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri anakku?"


Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu.